Langsung ke konten utama

Maybe Everything Is Connected

After a long time, I don’t write. And this month, I started brainstorming about a few things. Ternyata aku masih punya banyak tulisan di-draft dan belum sempat ku publikasikan. Okey, kalau beberapa bulan kedepan aku punya banyak waktu. Sure, aku akan menuntaskan semuanya.  ------------------------------------------------------------- Kadang tanpa kita sadari, hal-hal kecil yang terjadi di hidup kita itu sebenarnya kaya benang yang saling nyambung. Satu benang ketemu benang lain, terus pelan-pelan jadi sesuatu yang terjalin. Sampai akhirnya, kita baru sadar kalau ternyata semua hal yang kita lakukan selama ini punya connection satu sama lain. Kaya hubungan yang kita bangun sama teman. Cara kita memperlakukan teman dengan hangat, care sama mereka, remember small things about them , atau sekadar hadir ketika mereka membutuhkan kita, ternyata hal-hal kecil seperti itu juga bisa kita aplikasikan di dunia profesional. And I think, that’s one of the first steps of how you build a netwo...

Maybe Everything Is Connected

After a long time, I don’t write. And this month, I started brainstorming about a few things.

Ternyata aku masih punya banyak tulisan di-draft dan belum sempat ku publikasikan. Okey, kalau beberapa bulan kedepan aku punya banyak waktu. Sure, aku akan menuntaskan semuanya. 


-------------------------------------------------------------

Kadang tanpa kita sadari, hal-hal kecil yang terjadi di hidup kita itu sebenarnya kaya benang yang saling nyambung. Satu benang ketemu benang lain, terus pelan-pelan jadi sesuatu yang terjalin. Sampai akhirnya, kita baru sadar kalau ternyata semua hal yang kita lakukan selama ini punya connection satu sama lain. Kaya hubungan yang kita bangun sama teman.

Cara kita memperlakukan teman dengan hangat, care sama mereka, remember small things about them, atau sekadar hadir ketika mereka membutuhkan kita, ternyata hal-hal kecil seperti itu juga bisa kita aplikasikan di dunia profesional.

And I think, that’s one of the first steps of how you build a network.

Networking buat aku sekarang jadi bukan sekadar tentang “kenal banyak orang”. Karena semakin aku lihat dunia kerja, semakin aku sadar bahwa business is still about people.

Kita bisa lihat dari perspektif lain bahwa cara kita membangun relationship dengan orang lain ternyata punya peran yang cukup besar. Bahkan hal yang kelihatannya kecil dan mungkin nggak ada hubungannya sama bisnis, ternyata bisa menjadi sebab dari bagaimana sebuah relationship dibangun.

Maybe, even our “love language” can be applied in a professional relationship, hahaha. 

Bukan dalam konteks yang literally romantis, tapi lebih ke bagaimana kita menunjukkan perhatian dan appreciation kepada orang lain. I’m actually learning this from my boss, xixi.

Misalnya, ketika rekan bisnis membuka kantor baru, kita ikut support dengan mengirimkan bunga atau ucapan tertentu, mengundang mereka untuk lunch di kantor, menjaga komunikasi, datang ketika mereka punya event. Atau membuat sebuah kerja sama yang memang memberikan value untuk kedua belah pihak.

At first, it might look transactional. “Kita melakukan sesuatu karena ada kepentingan bisnis.” But I think relationships don’t always work that simply. 

Karena ketika dilakukan secara konsisten, hubungan yang awalnya formal bisa menjadi lebih personal. Yang awalnya hanya “business partner” bisa berubah menjadi orang yang kita percaya. Dan dari situ, mungkin muncul collaboration lain, opportunity lain, atau bahkan dikenalkan kepada orang lain. 

Dan menurutku, di situlah "networking becomes more than just networking"

Kita sedang membangun sesuatu yang mungkin belum kelihatan manfaatnya sekarang, tapi bisa jadi sangat berarti di masa depan. Makanya aku merasa, ketika kita masih muda dan masih punya banyak energi untuk mencoba banyak hal, mungkin salah satu hal yang perlu kita kumpulkan bukan cuma pengalaman kerja, uang, atau certificate. But also, people.

People we meet.

People we learn from.

People who challenge our perspective.

And people who somehow become a small part of our journey.

Bukan berarti kita harus berteman dengan semua orang hanya karena ingin punya network.

No.

Menurutku justru relationship yang genuine itu yang penting. Ada respect, trust, and reciprocity. Kita memberi sesuatu, mereka memberi sesuatu, bukan selalu dalam bentuk materi atau keuntungan langsung, tapi bisa dalam bentuk knowledge, opportunity, perspective, atau simply support.

Dan ternyata ada istilahnya juga: yang biasa disebut social capital. Semakin aku belajar, aku semakin sadar kalau “punya network” itu bukan cuma tentang punya banyak kontak di handphone.

It’s about having relationships that carry trust. Dan ada satu hal lagi yang menarik, yaitu weak ties. Kadang justru orang yang tidak terlalu dekat dengan kita bisa membuka pintu ke dunia yang sama sekali berbeda.

Teman dari teman.

Mantan rekan kerja.

Orang yang pernah kita temui sekali di sebuah event.

Atau bahkan seseorang yang awalnya cuma ngobrol sebentar.

Mereka bisa membawa kita ke industry yang berbeda, memperkenalkan kita ke orang baru, atau menunjukkan perspektif yang sebelumnya nggak pernah kita pikirkan. Makanya aku merasa, selagi masih muda, mungkin memang waktunya kita memperbanyak exposure

Ketemu banyak orang.

Masuk ke lingkungan yang berbeda.

Dengerin cerita orang.

Belajar dari pengalaman mereka.

Karena semakin kita tumbuh di lingkungan yang berbeda-beda, semakin kita sadar kalau ternyata dunia kita kecil banget. Kadang kita merasa sudah tahu banyak.

Then suddenly, we meet someone who has experienced something completely different from us.

Ada yang sudah membangun bisnis.

Ada yang sudah bekerja di industri yang bahkan sebelumnya nggak pernah kita tahu.

Ada yang punya cara berpikir yang jauh berbeda.

Ada yang sudah melewati fase yang bahkan baru akan kita hadapi.

Dan dari situ kita jadi sadar,

“Oh… ternyata aku masih kecil banget ya.”

Bukan dalam arti merendahkan diri. Tapi justru menjadi reminder bahwa there is still so much to learn.

Maybe someday, semua relationship, experience, dan knowledge yang kita kumpulkan sekarang bisa kita gunakan untuk membangun sesuatu.

Maybe a startup, an UMKM, a business that started from our inner child, or maybe simply a life that we build by ourselves.

Karena mungkin hidup memang seperti benang. Kita nggak pernah tahu satu benang akan menyambung ke mana. Yang kita tahu, kita terus menjahitnya satu per satu. Sampai suatu hari nanti, ketika kita melihat ke belakang, baru kita sadar “Oh, ternyata semuanya nyambung.

------------------------------------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi: Ketika Passion Bertemu Realita Dunia Kerja

Udah lama ya nggak nulis. Kali ini aku mau sharing sedikit ilmu yang aku pelajari selama kerja. Semoga bermanfaat ya! xxiixixix This is based on my own experience  aku jalaninnya learning by doing tanpa banyak berekspektasi. Jadi, feel free kalau ada masukan atau tambahan insight . Dalam peranku sekarang, aku belajar banyak hal yang berhubungan dengan HR, bisa dibilang jauh banget dari major kuliahku, haha. Tapi ternyata ada juga bagian people and culture yang bisa aku terapkan di sini. Dari situ aku mulai paham, dunia kerja itu dinamis banget dan banyak hal menarik yang perlu kita pelajari. Tau nggak sih, ternyata ada banyak hal yang job seekers alami di tengah dunia industri yang kompleks sekarang ini. Kenyataannya, demand dan supply antara pencari kerja dan pemberi kerja sering kali berbanding terbalik. Ini jadi isu besar yang sering banget dibahas, dan kadang malah berujung pada surplus tenaga kerja. Tapi kalau kita lihat dari sisi lain, ada beberapa faktor besar kenapa ...

How to Manage Your Goals and Finances in Your 20s ๐ŸŒฑ

2025 taught me one thing: Growth doesn’t happen by accident; it’s managed. Di recap tahun ini, aku mau sharing tools sederhana yang selama ini aku pakai untuk tracking goals, journaling , dan financial  hal kecil yang ternyata punya dampak besar buat hidup aku sebagai anak 20-an. Menurut aku, ini adalah kebiasaan yang worth to build sejak dini. Karena jujur ya, usia 20-an itu golden age banget. Fase di mana kita: - masih sering salah, - masih sering ngerasa nggak cukup, - dan sering banget ada di zona nggak nyaman. Dan itu nggak apa-apa. “ Your 20s are for trying, failing, and learning ,” kata boss aku. Selama kita masih punya effort dan kemauan buat grow , kita masih di jalur yang benar. ✨ First: Setting Your Goals & Journaling Aku mulai journaling dan goal setting sejak 2021. Awalnya iseng, tapi ternyata works banget. Lewat journaling, aku bisa: - ngelihat sejauh apa aku berkembang dalam satu tahun, - sadar apa yang sudah aku lakukan, - dan belajar lebih jujur sama dir...

20 Situs survei online berbayar 2022 berguna untuk menambah penghasilan mahasiswa, pelajar, dan freelancer.

20 Situs Survei Online 2022 Berbayar Untuk Menambah Penghasilan     Hello Everyone ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š  Welcome to My Blog ๐Ÿ‘..  Assalamualaikum teman-teman apa kabar semuanya?   Pada tulisan kali ini aku mau berbagi " Situs survey online yang berbayar" lho, buat yang mau nambah penghasilan dan ingin menjadi Freelancer wajib banget coba situs ini. Tidak butuh modal kalian cuma luangin waktu untuk mengisi survey ini.  Dan tidak ada persyaratan apapun. Situs ini sudah ada izin dan legal jadi jangan takut ketipu. Karena aku sendiri sudah coba.  Lets go ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ 1. Life Point  https://www.lifepointspanel.com/id-id/member/dashboard 2. Opinion World    https://www.opinionworld.co.id/auth/dashboard 3. Toluna  https://id.toluna.com/Register/RegisterPanelTeam?i 4. Rakuten https://member.insight.rakuten.co.id/home 5. Surveyon https://www.surveyon.com/home 6. Surveytime https://surveytime.io/ 7. Ysense https://www.ysense.com/ 8. Paid View Point...