Langsung ke konten utama

How to Manage Your Goals and Finances in Your 20s 🌱

2025 taught me one thing: Growth doesn’t happen by accident; it’s managed. Di recap tahun ini, aku mau sharing tools sederhana yang selama ini aku pakai untuk tracking goals, journaling , dan financial  hal kecil yang ternyata punya dampak besar buat hidup aku sebagai anak 20-an. Menurut aku, ini adalah kebiasaan yang worth to build sejak dini. Karena jujur ya, usia 20-an itu golden age banget. Fase di mana kita: - masih sering salah, - masih sering ngerasa nggak cukup, - dan sering banget ada di zona nggak nyaman. Dan itu nggak apa-apa. “ Your 20s are for trying, failing, and learning ,” kata boss aku. Selama kita masih punya effort dan kemauan buat grow , kita masih di jalur yang benar. ✨ First: Setting Your Goals & Journaling Aku mulai journaling dan goal setting sejak 2021. Awalnya iseng, tapi ternyata works banget. Lewat journaling, aku bisa: - ngelihat sejauh apa aku berkembang dalam satu tahun, - sadar apa yang sudah aku lakukan, - dan belajar lebih jujur sama dir...

How to Manage Your Goals and Finances in Your 20s 🌱

2025 taught me one thing:

Growth doesn’t happen by accident; it’s managed.


Di recap tahun ini, aku mau sharing tools sederhana yang selama ini aku pakai untuk tracking goals, journaling, dan financial hal kecil yang ternyata punya dampak besar buat hidup aku sebagai anak 20-an.

Menurut aku, ini adalah kebiasaan yang worth to build sejak dini. Karena jujur ya, usia 20-an itu golden age banget.

Fase di mana kita:

- masih sering salah,

- masih sering ngerasa nggak cukup,

- dan sering banget ada di zona nggak nyaman.

Dan itu nggak apa-apa. “Your 20s are for trying, failing, and learning,” kata boss aku. Selama kita masih punya effort dan kemauan buat grow, kita masih di jalur yang benar.


First: Setting Your Goals & Journaling

Aku mulai journaling dan goal setting sejak 2021. Awalnya iseng, tapi ternyata works banget. Lewat journaling, aku bisa:

- ngelihat sejauh apa aku berkembang dalam satu tahun,

- sadar apa yang sudah aku lakukan,

- dan belajar lebih jujur sama diri sendiri.

Ini bukan cuma soal to-do list, tapi juga soal manifestasi, afirmasi positif, dan self-awareness.

Aku biasanya nulis di GoodNotes, Google Sheets, dan Notion tergantung kebutuhan dan mood. Karena aku suka nulis tangan, GoodNotes jadi favorit aku. Semua apps ini juga bisa kalian download di HP.

Daily journaling juga ngebantu banget buat:

- ningkatin fokus,

- bikin hari lebih terarah,

- dan pelan-pelan bangun disiplin diri.

So, this is my dashboard.

 Notion







GoodNotes












💰 Second: Financial Tracker







Untuk urusan keuangan, aku paling nyaman pakai Google Sheets.

Kenapa?

Karena simpel, jujur, dan transparan.

Kita tinggal:

- input pemasukan & pengeluaran,

- pakai rumus sederhana,

- lalu lihat hasilnya dalam bentuk chart, diagram, dan dashboard.

Dari situ, aku bisa tahu:

- uang aku paling banyak habis ke mana,

-  pola belanja aku seperti apa,

- ⁠tracking saving,

- ⁠penyediaan dana darurat,

- dan bagian mana yang perlu diperbaiki.

Financial tracker ngajarin aku satu hal penting: being aware is the first step to being responsible.

Mengatur goals dan keuangan bukan berarti hidup jadi kaku. Justru ini tentang memberi arah ke hidup kita sendiri.

Because your 20s are not about having everything figured out, it’s about building the foundation.


Kalau kamu masih ngerasa “aku kok belum ke mana-mana ya”, tenang.

Pelan-pelan juga tetap progress.

We’re growing, not racing 🤍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi: Ketika Passion Bertemu Realita Dunia Kerja

Udah lama ya nggak nulis. Kali ini aku mau sharing sedikit ilmu yang aku pelajari selama kerja. Semoga bermanfaat ya! xxiixixix This is based on my own experience  aku jalaninnya learning by doing tanpa banyak berekspektasi. Jadi, feel free kalau ada masukan atau tambahan insight . Dalam peranku sekarang, aku belajar banyak hal yang berhubungan dengan HR, bisa dibilang jauh banget dari major kuliahku, haha. Tapi ternyata ada juga bagian people and culture yang bisa aku terapkan di sini. Dari situ aku mulai paham, dunia kerja itu dinamis banget dan banyak hal menarik yang perlu kita pelajari. Tau nggak sih, ternyata ada banyak hal yang job seekers alami di tengah dunia industri yang kompleks sekarang ini. Kenyataannya, demand dan supply antara pencari kerja dan pemberi kerja sering kali berbanding terbalik. Ini jadi isu besar yang sering banget dibahas, dan kadang malah berujung pada surplus tenaga kerja. Tapi kalau kita lihat dari sisi lain, ada beberapa faktor besar kenapa ...

Freedom Of Countries

Api gemerlep malam menghiasi langit untuk melakukan transisi. Sebuah hal baru telah dimulai dengan cerita penuh warna di dalamnya. Semua orang adalah aktor utama dalam hidupnya sendiri. Mereka menjadi sutradara dalam pena kehidupan mereka.  Ya, memang begitu alur sebuah fase kehidupan. Beberapa jiwa yang ada di dunia ini, berusaha keras untuk memperjuangkan hidup mereka. Di tengah selimut trauma akan kehancuran dan kematian yang bisa kapan pun terjadi.  Dunia hanya dikuasai oleh "para kapitalis" dan "tangan kotor" para penguasa. Tak terlintas dalam sebuah pemikiran untuk memanusiakan manusia. Saat ini semuanya hanya diam melihat ketidakadilan yang terjadi. Mereka berpikir hanya sebatas isu suku, ras, regional, dan agama semata.  Padahal, ini semua lebih dari itu. Elite barat yang dibentuk untuk selalu menyuarakan nilai. Seperti terkikis oleh waktu.  Ada pihak yang bilang, jika ingin seperti itu kamu akan kehilangan egoisme dalam hidupmu. Bergerak dalam sebuah isu ke...